VC Pengampuan FKUI Departemen Mikrobiologi – “Infeksi pada Diabetes Melitus”

Kamis, 19 Desember 2013, Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UI Salemba mengadakan perkuliahan jarak jauh melalui fasilitas video conference dengan mahasiswa Universitas Palangkaraya. Kegiatan ini bertempat di Ruang Video Conference GDLN, UI Salemba dengan tema “Infeksi pada Diabetes Melitus” dengan dr. Rahmad Mulyadi, SpRad sebagai narasumber perkuliahan tersebut.

Meningkatnya kepekaan terhadap infeksi pada diabetes melitus disebabkan oleh berbagai faktor (multifaktorial), baik yang disebabkan oleh gangguan immunitas, fungsi fagosit dan vaskularisasi. Infeksi yang paling sering terjadi adalah pneumonia, infeksi saluran kemih dan infeksi jaringan lunak.

Pneumonia adalah radang paru-paru, yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab umum pneumonia adalah bakteri, virus dan jamur. Pneumonia juga dapat disebabkan oleh menghirup cairan atau bahan kimia. Pnemonia aspirasi (atau inhalasi) adalah pembengkakan dan iritasi paru-paru yang disebabkan oleh asap dari bahan kimia seperti semprotan serangga, pembersih kolam renang, bensin, atau zat lain. Dalam semua kasus, kantung udara paru-paru berisi nanah, dahak/lendir, dan cairan lain dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Oksigen tidak dapat sepenuhnya mencapai darah dan sel-sel tubuh. Gejala pneumonia antara lain adalah demam, menggigil, kekakuan otot, nyeri dada, batuk, sesak napas, denyut jantung cepat dan kesulitan bernafas.

Infeksi saluran kemih yang sering terjadi pada penderita diabetes mellitus adalah pyeloneftritis dan sistitis. Pyeloneftritis adalah infeksi pada ginjal yang terjadi akibat dari infeksi yang menjalar dari saluran kemih bagian bawah. Namun infeksi dapat juga terjadi melalui kuman yang terbawa dalam darah. Infeksi pada ginjal dapat bersifat fatal, dan juga merupakan salah satu penyebab timbulnya batu ginjal. Sistitis merupakan infeksi saluran kemih yang terjadi akibat infeksi dari uretra. Sistitis umumnya terjadi pada pria dengan kelainan anatomis gangguan pengosongan kandung kemih atau pada mereka yang dipasang selang bekemih.

Anaerobic cellulitis, necrotizing fasciitis, dan gas gangrene (myonecrosis) merupakan infeksi jaringan lunak yang sering terjadi. Anaerobic cellulitis merupakan infeksi akut yang melibatkan kulit dan jaringan subkutan, tanpa tanda-tanda sistemik toksisitas. Necrotizing fasciitis merupakan infeksi akut yang ditandai dengan melemahnya jaringan lunak (contoh: peradangan ringan pada otot). Gas gangrene (myonecrosis) merupakan perluasan necrosis dalam otot yang disertai dengan pembentukan gas dan toksisitas sistemik. Hal ini ditandai dengan perubahan kulit menjadi tegang, putih, sering memar dengan warna biru, dan lebih dingin dari biasanya

Perkuliahan diakhiri dengan sesi diskusi anata narasumber dengan mahasiswa. Hal ini merupakan salah satu media interaksi yang efektif agar mahasiswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan.

You may also like...

3 Responses