VC Pengampuan FKUI Departemen Ilmu Kesehatan Mata – “Anatomy and Embryology of The Eye”

Jumat, 29 Nopember 2013, Fakultas Kedokteran UI menggunakan fasilitas video conference untuk menjalankan distance learning dengan institusi pendidikan lainnya, salah satunya yaitu Universitas Palangkaraya. Kegiatan ini berlangsung secara berkala dengan tema dan sumber modul yang bervariasi dari tiap departemen di fakultas kedokteran Ui. Salah satunya yaitu kegiatan  perkuliahan jarak jauh yang disampaikan oleh dr. Julie D. Barliana, M. Biomed, SpM dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UI Salemba dengan tema “Anatomy and Embryology of The Eye”.  Kegiatan ini bertempat di Ruang Video Conference GDLN, UI Salemba dengan mahasiswa Universitas Palangkaraya sebagai peserta perkuliahan.

Mata berkembang dari 3 lapis embrional primitive,  yaitu ektoderm permukaan yang membentuk lensa mata (merupakan lapisan ektoderm di dalam lapisan mesoderm), glandula lacrimalis dan conjunctiva, ektoderm neural yang  menghasilkan vesikeloptik dan mangkok optik untuk membentuk retina dan mesoderm yang membentuk otot ekstra okuler. Tahap perkembangan embriologi bola mata terdiri dari dua tahap, yaitu tahap vesikel optik dimana tuba neuralis membentuk vesicel optik pada tiap sisi otak depan dan  menempel pada ektoderm permukaan kemudian menginduksi pembentukan lensa serta tahap mangkok optik dimana vesikel optik berinvaginasi membentuk mangkok optik.

Anatomi mata terdiri dari rongga orbita, kelopak mata, sistem lakrimal dan bola mata. Pada rongga orbita terdapat dinding orbita yang di dalamnya terdapat atap orbita, yaitu tulang frontal (terdapat sinus frontalis), dinding lateral, yaitu tulang sphenoidal dan tulangzygomatikus, dinsing medial, yaitu tulang eithmoidal yang tipis (terdapat sinus eitmoidal dan sphenoidal) dan dasar orbita, yaitu tulang maksilaris dan zygomatukus. Kelopak mata terdiri dari 5 lapisan yaitu lapisan kulit, lapisan otot orbikularis okuli, jaringan areolar, tarsus (jaringan fibrous padat dengan sedikit jaringan elastis), dan konjungtiva papebra/konjungtiva tarsalis. Sistem lakrimal terdiri dari sekresi, yaitu kelenjar lakrimalis dan ekresi yang  terdiri dari punktum lakrimalis, kanalis lakrimalis, sakkus lakrimalis dan duktus nasolakrimalis.

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dalam dua sesi dimana pada sesi terakhir berlangsung diskusi antar mahasiswa dengan narasumber sehingga mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan lebih dari materi yang sudah dibahas.

You may also like...