Kuliah Umum Mr. Li Changchun: Pentingnya Kerjasama Indonesia-China

Jumat (27 April) rupanya merupakan tanggal yang bersejarah di UI karena pada tanggal tersebut dan hampir di waktu yang sama diselenggarakan dua acara besar, yaitu Debat Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan di waktu yang sama juga diselenggarakan kuliah umum oleh Mr. Li Changchun, di Balai Sidang UI Depok.

Kuliah umum yang dibuka oleh sambutan dari Bapak Rektor, Gumilar Roesliwa Sumantri ini dipenuhi oleh mahasiswa UI yang mengenakan jaket kuning dan nampak tidak sabar menanti kuliah umum ini. Kuliah umum ini berfokus pada pentingnya kerjasama antara Indonesia dengan China. Jika melihat sejarah sekalipun, hubungan antara China dan Indonesia sudah berlangsung sejak lama, dimulai dengan perdagangan kain sutra, teh, dan teknologi pertanian. Mr. Li Changchun juga mengungkapkan bahwa UI merupakan perguruan tinggi yang bersejarah, tempat dilahirkannya elit-elit di Indonesia. Beliau juga mengibaratkan UI sebagai mutiara yang berkerlap-kerlip oleh cahaya kecerdasan. Mr. Li Changchun juga berharap agar UI tetap memberi sumbangan dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.

Dengan kerjasama terus menerus, maka kedua negara dapat hidup secara harmonis. Sebelum melakukan kuliah umum di UI, Mr. Li Changchun telah melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPR, Marzuki Alie untuk membicarakan kerjasama antara Indonesia dan China, yaitu di bidang ekonomi dan sosial budaya. Dengan begitu, kerjasama Indonesia dan China akan semakin luas dan prospeknya pun semakin baik. Kerjasama yang dibangun dapat semakin mengeratkan hubungan kedua negara, ketika satu pihak mengalami bencana alam, maka pihak lain merasa menderita juga maka harus saling mendukung.

Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintahan China adalah dengan meningkatkan pertukaran antar perguruan tinggi kedua negara, ada 100 orang dosen Indonesia yang mengajar mandarin untuk mengikuti kursus, mengundang 20 orang mahasiswa ke China untuk mengikuti perkemahan musim panas, dan di tahun ini hingga 2015, mengundang pemuda Indonesia 100 orang berkunjung ke China. Mr. Li Changcun berharap dosen dan mahasiswa UI dapat memperoleh kesempatan lebih banyak untuk belajar ke Dongkok (China). Beliau juga berharap Kementerian Pendidikan dapat memberikan dukungan kepada Indonesia. Ada sebuah kata mutiara yang diungkapkan Mr. Li Changcuhun, “jika hubungan kedua negara mesra, masyarakat akan lebih mudah mendapat manfaat dari kedua belah pihak” dan “hanya perkembangan yang dilakukan secara damai yang dapat bermanfaat bagi rakyatnya“.

Keakraban masyarakat bergantung pada generasi muda dan upaya kaum muda. Ini merupakan proyek strategis yang bermanfaat untuk kedua negara. Mr. Li Changchun dan Presiden SBY menemui 100 orang pemuda di Beijing adalahs ebuah investasi jangka panjang dan bagian penting dalam hubungan bilateral. Bukan hanya menentukan masa depan kedua negara, namun juga masa depan Asia dan dunia! Berharap kedua negara mengadakan pertukaran lebih erat, meningkatkan kesepahaman, persahabatan, memperkuat wawasan dan kemampuan untuk mengabdi ke negara sendiri, melayani negara dan memberikan hubungan positif pada pembangunan dan kemakmuran kawasan ini. Mr. Li Changchun berseru dengan lantang “Marilah remaja kedua negara berupaya bersama-sama!”

Sebagai penghargaan, Mr. li Changchun memberikan hadiah berupa buku kepada mahasiswa UI, berupa karya sastra yang terkenal dan mencerminkan kebudayaan Dongkok selama ribuan tahun.

Kuliah umum ini sekaligus memberikan informasi dan meningkatkan motivasi kita untuk mengeratkan hubungan dan kerjasama antara kedua negara demi perkembangan Indonesia, China, Asioa, dan dunia 😀

 

You may also like...

Leave a Reply