Studium Generale F PSI UI: Pengantar Psikologi Ekonomi Daniel Kahn

Jumat 4 Desember 2009, PPSP mengadakan kegiatan video conference yang diisi kuliah Studium Generale. Kali ini, Harry Susianto, Ph.D, staf pengajar di fakultas psikologi Univeritas Indonesia, membawakan materi bertema “Nobel Ekonomi Untuk Psikolog: Pengantar Psikologi Ekonomi Daniel Kahneman”. Kuliah ini sendiri diadakan di ruang video conference PPSP, pukul 13.00-15.30, dan bisa disaksikan dari beberapa lokasi; F. Psikologi UI, ruang kelas PPSP, dan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kuliah diawali dengan paparan mengenai psikolog yang menjadi nominator peraih Nobel, namun tak ada yang pernah menjadi pemenangnya. Sampai tahun 2002, seorang psikolog berhasil memenangkannya. Namanya Daniel Kahneman. Ia menjadi pemenang karena berjasa mengintegrasikan temuan psikologi, khususnya human judgement dan decision making under uncertainty, dalam ilmu ekonomi.

Berikut ini adalah presentasinya:

Harry Susianto, Ph.D, yang juga mantan kepala bagian Psikologi Sosial F.Psi UI, juga memaparkan dampak perbedaan pemikian antara ekonom dan psikolog. Diantara perbedaannya adalah terlihat pada dampak pemikiran psikolog yaitu: behavioral economics, behavioral finance, behavioral accounting, decision making, medical decision making, pemasaran, politik dan intervensi sosial. Ia juga mengemukan perbedaan cara pandang antara psikolog dengan ekonom. Salah satunya adalah jika ekonom bertindak dengan rasional, sedang psikolog selain bertindak dengan rasional juga dengan pikiran irasional.

Lanjutnya, lahirnya behavioral economic di atas disebabkan oleh banyak kritik pada teori ekonomi expected utility di era tahun 1960-1970. Dampaknya adalah, adanya kebutuhan untuk memahami perilaku ekonomi kini (tahun 2000-an) dengan memasukkan emosi, motivasi, kognisi, dan lingkungan sosial.

Selepas materi selesai disampaikan, sesi diskusi pun dilakukan. Dari dialog antara Harry Susianto dengan salah satu peserta video conference di Universitas Hasanudin, timbul pertanyaan apakah teori Kahneman dapat diterapkan pada ekonomi makro. Menurut  Harry, kenyataannya adalah teori Kahneman hanya dapat diaplikasikan pada ekonomi mikro, belum pada ekonomi makro. (Din)

You may also like...

3 Responses

  1. Suparman says:

    Ga ada bahan presentasinya ya?

  2. Erita says:

    penerapan behavioral economics dalam ekonomi makro sebenarnya sudah dimulai, salah satunya dalam field yang sekarang dikenal ‘behavioral development economics’ salah satu pionernya adalah MIT dengan Lab Poverty actionnya (http://www.povertyactionlab.org/). Intinya, studi-studi dgn pendkatan behavioral economic dilakukan di komunitas-komunitas untuk menguji aplikasi policy tertentu, misalnya pddk atau keshatan ato microfinance.

Leave a Reply